Selasa, 24 Maret 2015

Tema 4 - Pilihan karier di Sistem Informasi

Pilihan karier di Sistem Informasi

Beberapa pilihan karier yang cocok untuk mahasiswa sistem informasi setelah lulus :
1. Sistem analis
Namanya saja sarjana sistem informasi, sudah tentu harus terbiasa dengan yang namanya sistem. Sistem analis bekerja menganalisis sebuah sistem yang akan atau sedang dijalani dalam sebuah lingkungan. Dimana sistem tersebut harus mendatangkan keuntungan dan meminimalisir pengeluaran.

2. General manajer / manajer
Untuk tingkat selevel manajer, seorang sarjana SI tentunya sudah harus dapat memecah sebuah masalah ataupun mengambil keputusan yang tepat

3. Perancang sistem
Selain menganalisis, umumnya seorang sarjana SI mampu membangun dan merancang sebuah sistem yang efektif.

4. Programmer
Mengingat seorang calon analis, tentunya ia sudah dapat mengerti alur pemrograman sehingga dapat pula seorang sarjana SI memilih programer sebagai karirnya

5. Database Adminstator
Maksudnya adalah seorang yang ahli dalam mengolah data dalam sebuah sistem, sehingga data yang disimpan tidak mudah rusak dan dapat diolah dengan lebih mudah dan lebih efektif.

6. Web designer
Perancang website tentu menjadi salah satu pilihan karir yang penting, karena website dapat membantu perkembangan sebuah perusahaan. Perancangan website tidak dapat dilakukan dengan sembarangan, karena sebuah informasi itu harus diolah dengan benar.
Itulah beberapa pilihan karir yang umumnya diimpikan oleh sebagian besar mahasiswa Sistem Informasi.


tema 3 - Pilih Skripsi atau Kompre?

Pilih skripsi atau kompre??
Di dalam universitas gunadarma, disediakan dua cara untuk menggapai gelar sarjana yaitu sidang skripsi dan sidang kompre. Sidang skripsi seperti pada umumnya, yaitu mempertanggung jawabkan penulisan skripsinya dihadapan dosen penguji, sedangkan sidang kompre adalah sidang lisan beberapa mata kuliah pokok. Untuk mahasiswa yang memiliki indeks prestasi kumulatif di atas 3,2 sudah diberikan SK, yang mana secara otomatis mengharuskan untuk membuat skripsi dan menjalani sidang skripsi. Dibawah IPK tersebut mahasiswa boleh memilih antara sidang kompre dan sidang skripsi, jika ingin sidang skripsi maka si mahasiswa diwajibkan membuat proposal skripsi apa yang akan dibuat serta mencari dosen pembimbing sendiri. Berikut ini ada beberapa hal yang harus diperhatikan untuk mahasiswa yang dapat memilih ingin memilih skripsi atau kompre :
Skripsi
Kelebihan :
- Umumnya dalam dunia kerja skripsi kerap kali digunakan sebagai tolak ukur kemampuan mahasiswa itu sendiri
- Skripsi akan memberikan pengalaman lebih dalam mengumpulkan informasi dan membuat sebuah karya ilmiah
- Tidak akan memaksa menghafalkan materi saat sidang
- Terkesan tidak resmi kalau kuliah tanpa skripsi

Kelemahan :
- Memang dalam proses penulisan, skripsi akan membutuhkan waktu yang lama tergantung pada keuletan si penulis
- Banyak proses yang harus dilalui setelah sidang skripsi, yaitu upload untuk dokumentasi kampus dan lain-lain
- Harus dipersiapkan jauh-jauh hari untuk yang akan mengajukan proposal

Kompre :
Kelebihan :
- Waktu yang digunakan lebih singkat, hanya perlu menguasai beberapa mata kuliah utama
- Dapat memilih paket mata kuliah yang akan di gunakan dalam sidang kompre

Kelemahan :
- Kelak akan dipertanyakan saat di dunia kerja, karya penulisan apa yang pernah anda buat? Jika tidak pernah maka akan menyulitkan anda dalam mencari pekerjaan
- Rentan lupa materi, karena sidang kompre adalah sidang secara lisan maka tentunya anda harus menghafal materi. Fatal jika anda gugup dan tidak siap dalam menghafal materi.
Pada akhirnya pilihan sidang skripsi atau sidang kompre kembali pada masing-masing individu. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing

Tema 2 - E-Budgeting

Saat ini khususnya didaerah Ibukota Jakarta, sedang ramai diperbincangkan mengenai sistem E-Budgeting. Sebelumnya E-Budgeting sudah pernah dilaksanakan di Surabaya. Dipercaya dengan sistem E-Budgeting ini, dapat meminimalisir tindak kriminalitas dalam Perancangan Anggaran Pembelanjaan Daerah. Dalam sistem E-Budgeting, terdapat fasilitas penyusunan APBD, Revisi, dan PAK (Perubahan Anggaran Kegiatan). Oleh sebab itu, akan terlihat dan tercatat siapa saja yang membuat penyusunan APBD, melakukan revisi terhadap laporan, dan merubah anggaran kegiatan dengan sistem seperti itu maka tentunya akan lebih mudah melacak tindak korupsi dalam lingkup anggaran pembelanjaan daerah. Setiap staff mungkin akan memiliki masing-masing nama pemakai dan kata sandi masing-masing, sehingga tidak semua orang dapat merubah laporan yang telah direncanakan misalnya.  Tentunya banyak pihak yang mendukung terlaksananya proyek e-budgeting ini, karena selain mudah mengontrol rancangan yang dibuat, tentunya akan lebih bermanfaat dan lebih efektif untuk digunakan selanjutnya.

Tema 1 - Mengapa tema android tidak boleh digunakan lagi untuk penulisan ilmiah

Semester 6 adalah semester wajib untuk mahasiswa-mahasiswi Gunadarma untuk melaksanakan tugas penulisan ilmiah. Mahasiswa akan diberikan masing-masing dosen pembimbing untuk mendampingi penulisan. Untuk fakultas sistem informasi, mahasiswa diminta untuk dapat membuat/merancang sebuah sistem atau membuat sebuah aplikasi. Umumnya beberapa dosen akan membebaskan mahasiswanya untuk membuat sebuah sistem ataupun sebuah aplikasi untuk menyelesaikan penulisan ilmiahnya. Ada pula dosen yang memberikan tema langsung untuk mahasiswanya. Ada beberapa dosen yang menyarankan untuk tidak lagi menggunakan tema android, mengapa demikian? Karena :

1.      Tema android sudah terlalu banyak
Hampir semua orang sudah menggunakan telepon genggam berbasis android, oleh sebab itu tidak sedikit pula yang dapat mengusai dan membuat aplikasi untuk android.

2.      Meminimalisir adanya duplikasi
Dari tema android yang terlalu banyak, bukan tidak mungkin akan adanya kesamaan judul maupun tema untuk aplikasi yang akan dibuat. Jika ada pihak yang melakukan duplikasi penulisan ilmiah tentunya akan sulit diketahui mengingat banyaknya jumlah penulisan ilmiah yang dibuat.

3.      Ada aplikasi pendukung yang mudah
Diharapkan mahasiswa membuat sebuah penulisan yang memang dirancang sendiri, saat ini untuk membuat aplikasi android sangat mudah. Bahkan seseorang yang tidak pernah mempelajari program dapat dibilang bisa membuat sebuah aplikasi pula. Hal ini yang seharusnya membedakan seorang mahasiswa SI dengan orang biasa, dimana seorang yang seharusnya mengetahui dan telah belajar membuat program dapat membuat sesuatu yang lebih kompleks.

Demikianlah beberapa hal yang mungkin menjadi beberapa alasan mengapa beberapa tema android ditolak untuk penulisan ilmiah.